Penyesalan Yang Tertunda

1089 Words

“Sini deketan, Sayang. Kenapa jauh-jauhan kayak orang asing?” “Aku agak deg-degan nih, Mas. Jadinya gak sadar duduknya sampai ujung.” “Kenapa juga harus deg-degan segala? Kamu tuh perginya sama calon suami. Lagipula ingatanku sudah kembali. Jadi, aku sudah bisa membedakan mana yang tulus dan cuman cari status.” “Ya iya sih. Tapi tetap saja rasanya agak aneh aja kita repot-repot keluar rumah hanya untuk menemui Anindya.” Kaivandra membelai lembut kepala Aleeya. Lalu mengecup pelipisnya singkat. “Minum dulu biar aga rileks,” titahnya kemudian. Aleeya pun menurut, dia menyeruput lemon tea hingga separuh gelas. Tak lama kemudian, yang ditunggu-tunggu datang. Anindya datang bersama Eyang Hani. Pasti dia takut menghadapi Kaivandra seorang diri. Meskipun Eyang Hani adalah Eyang Kaivandra

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD