Bab 75

2763 Words

Hans menarik kerah baju Elang, kemudian dibawanya keluar dari kamar Yasmin. Wanita itu hendak menyusul, tapi tenaganya masih cukup lemas. Apalagi tidak ada pelayan yang membantunya berpindah ke kursi roda. Pria itu menutup kamar Yasmin dengan cukup kasar. Hans membalikkan badan, menatap putra sulungnya dengan malas. “Hentikan, Elang. Senja sudah punya suami, kamu juga punya Nabila. Istri kamu sedang mengandung,” nasihat Hans dengan raut wajah serius. “Kamu tidak bisa mengubah takdir, sekalipun kamu mau. Kalian harus hidup masing-masing. Karena memang begitu jalan yang Tuhan berikan.” Elang berdesis sinis. Ia membalas tatapan Hans dengan tajam. Ia benar-benar terlihat sangat mirip dengan Hans di situasi seperti ini—keras kepala dan enggan mengakui. “Saya nggak bisa sama Nabila. Saya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD