Bab 54

3193 Words

“Nggak usah mendramatisi keadaan, Senja! Kamu harus bisa diandalkan dalam segala hal!” Tidak ada sedikit pun kelembutan dalam nada bicara Desti. Wanita itu tidak peduli dengan raut wajah sedih putrinya. Dalam beberapa detik, Senja tertunduk. Jarinya memainkan ujung baju yang dikenakan. Ia menahan dalam-dalam air matanya. Tidak. Ia tidak boleh menangis. Senja tidak boleh memperlihatkan kesedihannya. Dari kecil, ia dilarang menangis. Perempuan itu tidak boleh terlihat lemah, meski posisinya terimpit. Ia menghirup napasnya dalam dengan mata terpejam. Begitu ketenangannya kembali, Senja menatap sang mama. “Kenapa Mama kasih tanggung jawab lebih besar dari kemampuanku?” “Kata siapa Mama menuntut? Bukannya kamu yang selalu bersedia melakukan semuanya? Kamu yang berjanji buat bahagiai

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD