Senja pura-pura sibuk dengan penampilannya. Ia tahu, Nabila pasti akan mencari masalah dengannya. Kehadiran wanita itu membuatnya makin muak. “Senja!” Bentakan Nabila bahkan tidak digubris oleh Senja. Perempuan itu masih sibuk dengan kegiatannya merapikan kemeja yang tampak kusut. Kesal karena diabaikan, Nabila menarik lengan Senja, membuat perempuan tersebut menghadap ke arahnya. “Aku mau bicara sama kamu, Senja!” Senja menghempas genggaman di lengannya. Ia menatap tajam ke arah Nabila yang menampakkan ekspresi kesalnya. “Apa lagi, Kak?” “Jauhi Elang.” Permintaan Nabila dibalas senyum remeh dari perempuan tersebut. Dugaannya tidak pernah salah. Nabila akan menganggapnya sebagai pengganggu rumah tangganya. Senja bersedekap d.a.da. Ia paku tatapannya pada Nabila. “Kayaknya Kak

