Bab 102

3011 Words

Penthouse mewah itu malam ini terlihat kacau. Lampu ruang tamu menyala terang, menerangi ruang yang berantakan. Beberapa benda sudah jauh dari tempat asalnya. Tas dan koper berserakan di mana-mana. Semua barang itu jelas milik Nabila. Brak! Satu koper kembali dibanting Elang. Kini pakaian Nabila ikut tercecer akibat koper yang tidak ditutup dengan benar. Setelah acara di ballroom hotel selesai begitu saja dengan kekacauan, Elang langsung bergegas pulang. Ia memerintahkan asistennya membereskan semua barang Nabila yang ada di penthouse-nya. Di belakangnya, Nabila pun ikut membuntuti. Wanita itu jelas tidak ingin menanggung malu lebih lama lagi di sana. Kini ia duduk di sudut sofa. Nabila menangis tergugu di sana. “Pergi! Saya sudah tidak mau lihat kamu lagi di sini.” Elang beruja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD