Bab 84

2653 Words

“Beberapa hari sebelum kejadian, ada sebuah mobil yang terus mendatangi rumah ini, Tuan.” Mata Baskara menyipit kala mendengar pernyataan itu. Ia menatap sekeliling, memastikan CCTV di setip sudut halaman rumahnya. Tanpa berkata apa pun, Baskara melangkah ke ruang monitor yang ada di samping rumahnya. Namun, sebelum masuk, ia menoleh ke belakang--ke arah Senja. “Masuk dan istirahat. Jangan keluar sebelum saya datang ke kamar.” Perempuan itu mengangguk. Ia melangkah lirih, memasuki rumah yang sudah tidak jelas lagi bentuknya. Begitu pintu utama dibuka, terlihat vas dan guci mahal koleksi Baskara sudah berhambur menjadi kepingan di lantai. “Kami nggak tau semua kekacauan ini kapan pastinya terjadi, Nyonya. Soalnya selama Tuan dan Nyonya nggak ada, saya berangkat pagi dan pulang sore h

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD