Bab 89

2660 Words

Siang ini, Senja berencana untuk datang ke rumah sakit. Sudah lama ia tidak mendengar kabar tentang neneknya. Sebenarnya, ia cukup khawatir, mengingat kondisi neneknya yang kurang baik. Namun, perempuan tersebut terpaksa memendam keinginan untuk bertanya kabar tentang neneknya pada Desti. Senja tahu, Desti tidak pernah sebaik itu hanya untuk sekadar membeberkan kondisi neneknya. Wanita tersebut pasti ujung-ujungnya meminta Senja untuk mengirim uang. “Mau ke mana, kamu?!” Teguran dari Baskara membuat Senja berbalik. Ia bisa melihat bagaimana muka kantuk dari pria yang baru saja bangun. Sang suami duduk di sisi tempat tidur. “Mau ke rumah sakit buat jenguk Nenek. Boleh kan, Mas?” Baskara mengusap wajahnya. Ia menutup mulut yang menguap. Matanya masih sangat berat. Ia memaksakan dir

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD