Bab 95

2693 Words

“Mau ke mana, kamu?!” Teguran itu terdengar dingin dan penuh perhitungan. Tangan yang masih ada di bahunya mencengkeram kuat. Elang menelan salivanya kasar. Pria tersebut hanya menatap datar sosok yang ada di hadapannya. Tegas, ia lepas cengkeram di bahunya. “Saya mau lihat dia sebentar.” Dagu Elang terangkat, mengarah ke ruang rawat VIP yang ada di sebelah ruang rawat Yasmin. “Punya otak nggak, kamu? Huh?!” Hans berkacak pinggang setelah memberi teguran pada Elang. Entah harus dengan cara apa lagi ia menyadarkan Elang. “Cuma sebentar.” Elang tidak mengindahkan ucapan papanya. Kakinya tergerak, hendak melangkah. Namun, Hans langsung bergerak cepat. Pria yang sudah berumur lebih dari setengah abad itu menarik kerah baju bagian belakang dan menghempaskan tubuh putranya. “Denga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD