Bab 104

2943 Words

Malam ini penthouse milik Elang terasa lebih sepi. Di beberapa sudut dibiarkan gelap, menyisakan cahaya temaram dari jendela besar yang menghadap ke jalanan kota. Dari kejauhan kerlap-kerlip lampu kota tampak berkedip menggoda, memamerkan keindahan barisan mereka. Elang mengerjap. Ia mendadak merasa kecil dengan posisinya yang sendirian di sana. Bahkan tidak ada yang tahu dan peduli bagaimana kacaunya pria tersebut sekarang. Ia berjalan mondar-mandir di ruang tamu. Beberapa kardus sudah tersusun rapi di dekat pintu utama. Pakaian, buku-buku, dan semua barang yang tersisa setelah kepergian Nabila, Elang kemas sendiri. Tidak jauh dari tempatnya berdiri, satu koper kecil teronggok. Isinya jelas beberapa baju ganti sementara dan berkas-berkas penting yang juga ia arsipkan sendiri. Lang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD