Bab 82

3787 Words

"Kamu nggak akan pernah lepas dari saya, sekalipun kamu mau, Senja. Sejauh apa pun kamu pergi, saya bisa menemukanmu." Kalimat dalam surat itu membuat Senja berdebar. Tangannya tiba-tiba gemetar. Bola matanya bergerak gelisah. Siapa? Senja berusaha menebaknya berulang kali. Namun, hanya satu nama yang berkelebat di kepala—Elang. Entah kenapa, perempuan tersebut yakin jika memang mantan suaminyalah yang mengirim bunga tersebut. Pikiran Senja makin jauh. Apa yang seharusnya tidak menjadi beban justru makin membuatnya tak terkendali. Dadanya sesak. Kepalanya penuh. Elang selalu berhasil membuatnya begini. Meski tak terlihat. Meski tak mendengar. Namun, pria itu seolah memberi menegaskan kehadirannya. Ketenangan yang sudah berminggu-minggu lamanya tercipta kini rusak. Perempuan itu kemba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD