Bab 182

2321 Words

“Mas? Kamu apa-apaan sih teriak begitu?” ucap Safira ketika melihat Adrian membuka pintu dan langsung berteriak. Adrian melangkah mendekat ke ketiga manusia yang ada di ruangan itu. Tatapannya begitu nyalang melihat kehadiran Laras dan Rendra, dua manusia yang sama sekali tidak ia sangka kehadirannya di ruang perawatan Safira. “Oh, Adrian, apa kabar?” Rendra berdiri ketika Adrian mendekat, tanpa melepaskan Shaka dari gendongannya, Rendra mengulurkan sebelah tangannya yang tidak menopang Shaka untuk berjabat tangan dengan Adrian. Adrian hanya melihat uluran tangan Rendra, tetapi tidak mengambil jabatan tangan itu. Justru matanya beralih ke bayi yang terasa nyaman berada di gendongan Rendra. Itu Shaka, Arshaka anaknya. Kini anak itu tidak terlihat kecil lagi. Justru semakin terlihat seha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD