36 🌹 Kau Meminum Pil?

1462 Words

Ruang tamu mansion itu sore itu tampak lebih tenang dari biasanya. Cahaya matahari menyusup lewat tirai renda, menimpa porselen teh di meja dan membuatnya berkilau halus. Rose baru saja meletakkan nampan saat langkah ringan terdengar dari arah pintu. Afroditea Rajendra berdiri di sana—anggun dalam balutan gaun pastel, rambutnya disanggul sederhana, dengan ekspresi yang tidak lagi setajam dulu. Ada sesuatu yang lebih damai, meski tetap menyimpan jarak yang elegan. “Aku datang tanpa pemberitahuan, semoga tidak mengganggumu.” “Tidak sama sekali,” Rose tersenyum. “Silakan duduk. Aku akan menuangkan teh.” Beberapa menit berlalu dalam keheningan yang sopan, hanya suara sendok beradu lembut di cangkir. Lalu Afroditea membuka suara, suaranya tenang tapi mengandung sesuatu yang berat. “Seperti

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD