17 🌹 Mulai Menerima?

2002 Words

Pagi itu, saat Rose membuka mata, ia menyadari jika Eros masih berbaring di sampingnya, dengan satu tangan kekar masih melingkar kokoh di pinggangnya, seakan sepanjang malam tak pernah sekalipun melepasnya. Rose terdiam. Perasaan asing menyeruak dalam dadanya—antara hangat, canggung, dan takut. Ia mencoba menggeser tubuh perlahan, berniat melepaskan diri dari dekapan itu. Tapi seolah merasakan gerakannya, lengan Eros justru menekan lebih erat. “Mau ke mana?” suara bariton itu terdengar parau, jelas baru saja bangun. Rose terpaku. Jantungnya berdetak tak keruan. Ia berusaha menelan ludah, mencari kata-kata. “Aku… hanya ingin—” “Diamlah,” potong Eros lirih, matanya masih setengah terpejam. “Aku ingin menikmati weekend-ku lebih lama.” Perlahan, Rose memberanikan diri menoleh. Dan di det

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD