Nirina saat ini berada didalam kamarnya, ia merasa sangat gugup, khawatir dan takut saat ini. Ia takut Muktar tidak menyetujuinya menjadi menantunya dan ia memilih bersembunyi, agar ia bisa menghirup napas lega. Nirina merasa sangat kekanak-kanakkan karena bersembunyi didalam kamar alih-alih ikut menyambut kepulangan Muktar Gandawsa. Ingin rasanya mengunci pintu ini atau ia segera berlari pulang ke Kediaman orang tuanya, apalagi kemungkinan besar Muktar akan menganggapnya perempuan yang tidak benar, karena telah berani tinggal di Kediaman keluargannya tanpa ikatan. Memikirkan itu semua membuat Nirina ingin menangis saat ini juga. Nirina tidak mengetahui jika saat ini seorang laki-laki sedang terlihat begitu kahwatir karena tidak melihatnya sejak tadi. Ya siapa lagi kalau bukan Adiwila

