Binar yang duduk lebih dulu dimeja yang ia pilih jauh, dari tempat duduk laki-laki yang ingin ia lupakan itu, ia menelan ludahnya karena setelah ia mengedarkan pandangannya mencari dimana sosok kedua Mbaknya yang tadi menemaninya itu, keduanya tidak terlihat lagi tapi tiba-tiba sosok Megan telah berada dihadapannya. Wajah Binar memucat dan ia ingin berdiri namun Megan dengan isyarat matanya meminta Binar untuk tetap duduk. Megan duduk dihadapan Binar sambil melipat kedua tangannya. "Saya ingin berbicara dengan kamu!" Ucap Megan dengan suara beratnya. Jantung Binar berdetak dengan kencang dan ia mencoba untuk menahan perasaan rindu, marah dan juga kesal. Rindu...yang sialnya karean sosok tampan yang ada dihadapannya ini sangat ia rindukan dan semakin hari semakin tampan. Marah, ia marah

