Bimbang

1306 Words

Dalam perjalanan menuju Kediaman utama Kanigara, Nirina memilih untuk diam, ia tak ingin banyak bicara meskipun sosok yang ada disampingnya itu sangat menawan, bagaimana tidak Adiwilaga memintanya untuk jangan pergi, namun Adiwilaga juga tidak mengatakan dengan jelas perasaannya dan bagi Nirina itu sangatlah mengesalkan. Adiwilaga melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang "Kenapa kamu diam sekali?" Tanya Adiwilaga membuka pembicaraannya karena sejak tadi Nirina memilih diam. "Memangnya nggak boleh kalau aku diam?" Tanya Nirina sinis. "Kamu jadi aneh, kalau jadi pendiam seperti ini," ucap Adiwilaga dan ia tetap fokus mengemudi. "Aneh dari mamanya, yang aneh itu kamu Mas," ucap Nirina. Dipancing dengan pertanyaan yang mengatakan dirinya aneh, membuatnya akhirnya mengatakan isi hatinya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD