Sepanjang perjalanan Binar merasa sangat-sangat senang karena Megan membiarkannya memegang tangannya. Ia tahu Megan terlihat kesal dengan tingkahnya ini tapi ia tetap saja merasa sangat bersyukur bisa berjalan berdua seperti ini sambil memegang tangan Megan. Mungkin sekarang ia yang memegang tangan Megan, tapi nanti suatu saat Megan yang akan memegang tangannya. Harapan yang bukan hanya sekedar mimpi, tapi ia yang ingin mewujudkannya agar bisa bersama laki-laki yang saat ini ada disampingnya. "Mau makan dimana Mas?" Tanya Binar. "Dimana saja," ucap Megan. "Ih...kamu Mas ngegemesin banget sih...jadi pengen peluk," ucap Binar dan ia terlihat sangat bahagia. "Dasar perempuan aneh," ucap Megan dingin. "Asal Mas tahu ya, yang aneh ini limited edition Mas banyak yang suka dan mudah untuk d

