Tidak tahu alasannya

1113 Words

Megan membawa paperbag berisi makanan yang dibawakan asistennya itu kedalam apartemen dan ia menuju dapur. Ia membuka paperbag itu, ia kemudian melangkhkan kakinya masuk kedalam kamar Binar dengan membawa napan berisi makanan. Ia kembali melangkhkan kakinya mendekati Binar lalu duduk ditepi ranjang. "Makan dulu!" Perintah Megan. "Mau makan tapi kamu suapin!" Pinta Binar dengan tatapan memohon. "Sesekali manjain aku ya Mas, nanti kan Mas kaku nggak bisa manjain aku lagi loh!" Ucap Binar dan ia berharap Megan akan memanjakannya hari ini. "Ini momen langkah lo Mas, apalagi di Apartemen aku coba kenangannya. Kapan lagi kan kita bisa berduaan begini, apalagi kalau nanti kita sudah punya pasangan masing-masing yang ada hanya tinggal kenangan Mas," ucap Binar. Memikirkan ia tidak bisa menjadi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD