14. Kompensasi (Bima)

1156 Words

Aku berjalan memasuki rumah yang sepi. Hanya beberapa karyawan yang sedang bekerja dan menatapku dengan sinis sejak mobiku terparkir di halaman depan. Pengacara sialan yang waktu itu di hadapai oleh Adrian ternyata tidak mau menyerah untuk memberikan kompensasi. Pada akhirnya dibandingkan harta yang tidak seberapa itu aku mengajukan kompensasi lain. Kompensasi yang aku minta tidak berupa materi tapi sesuatu yang membuat Hanara tertawa dengan penuh ejekan. "Bima, kau akan menyesal jika menggunakan perasaan terlalu dalam pada tawananmu." mendengar calon mertuaku mengatakan hal tersebut, itu artinya pergerakanku untuk membalas dendam sudah di ketahui oleh Hanara. Sesuai dugaan, si b******k itu tidak sebodoh yang aku bayangkan. Karena kompensasi itulah sekarang aku berada di rumah Hanara. "M

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD