Ada beban berat yang terangkat dari dalam diriku ketika om Bima mengatakan tidak akan mengusirku dan tetap akan melanjutkan pernikahan. Sungguh mengetahui bahwa kemungkinan alasannya menikahiku adalah hanya untuk menjadikanku tawanan jauh lebih baik dibanding tinggal sendirian. Mungkin saja uang peninggalan ibuku masih cukup untuk menyewa tempat tinggal selama beberapa tahun, tapi aku sepertinya tidak bisa hidup sendirian dan mengurus segalanya sendiri. Membayangkan hidup tanpa teman bicara saja sudah terasa sangat menakutkan bagiku. Apalagi aku juga takut hantu, karena itu aku tidak bisa tinggal sendirian. Sejujurnya perasan itu terasa aneh mengingat di kehidupan sebelumnya aku tidak memiliki keluarga dan tinggal sendirian di kos-kosan yang sempit. Tapi anehnya seperti ada ketakutan heba

