Layaknya sepasang kekasih, Pandu dan Zea tengah berada di sebuah Mall bersama cucu mereka. Keduanya memanfaatkan waktu untuk bersama dan membuat senang Aiko yang menginginkan beberapa mainan baru. Keduanya tampak begitu mesra, seakan memiliki jiwa muda yang melekat. Satu tangan Pandu menggendong Aiko dan satu lagi menggandeng tangan Zea selama berkeliling, sesekali Aiko minta diturunkan dan berjalan sendiri. Saat ini, mereka ada di sebuah toko mainan. Aiko diberi kebebasan untuk memilih mainan apa yang diinginkannya. Menjadi cucu satu-satunya adalah sebuah keberuntungan untuk Aiko. Bagaimana tidak? Apa pun yang diinginkan dan dibutuhkan Aiko, pasti terpenuhi oleh kakek dan neneknya. Bahkan, Haruki dan Harumi pun ikut andil dalam perkembangan Aiko. “Opa, mau ini, ya?” tanya Aiko sembar

