Yuza masih bertahan pada posisinya, berlutut menunggu jawaban 'ya' dari Tiara. "Aku tidak menerima jawaban 'tidak'!" kata Yuza, setengah memaksa. Tiara menggelengkan kepalanya, "Kenapa sih kamu bersikeras? Aku bilang kalau aku butuh waktu!" ucapnya gusar. "Aku sudah memberi banyak waktu, dan ini saatnya aku menerima hasil dari penantianku, Tiara," kata Yuza tersenyum. Tiara menatapnya dengan tatapan sendu. "Kamu akan hidup bersama wanita yang penuh kenangan buruk di masa lalunya, Mas. Apa kamu mau menerima itu semua? Keterpurukanku? Masa laluku? Juga kesakitan yang aku punya?" tukas Tiara, dia menekankan suara di kalimat terakhir. Yuza menghela nafas panjang. "Serius? Kamu masih menanyakan hal itu setelah kita bersama selama ini?" Yuza merentangkan kedua tangannya, heran dengan apa

