Kondisi Aiko jauh lebih baik dari sebelumnya, bahkan pagi ini dia mulai menyantap semua makanan yang Tiara suapkan. Aiko merasa senang karena Tiara ada di sana saat dia membuka mata. Meski Yuza ada di sudut ruangan itu masih memejamkan matanya, mereka tidak terganggu sama sekali. Sampai beberapa saat kemudian Zea datang seorang diri, karena Pandu hanya mengantarkannya hingga lobby rumah sakit, pria itu terburu-buru untuk rapat pagi ini. Melihat keadaan cucunya lebih sehat dari kemarin, Zea pun tersenyum dan mendekat memberi pelukan hangat dan ciuman gemas di pipi cubby sang cucu. “Aiko jangan boleh lagi sakit seperti kemarin, oke?” pinta wanita yang masih awet muda itu pada cucu kesayangannya. Aiko hanya mengangkat dua ibu jarinya sebagai jawaban. Sedangkan Tiara masih memegang piring

