Membuka Mata

1099 Words

Gisel duduk termenung di taman yang ada di halaman rumah. Pandangan matanya menerawang entah ke mana. wajahnya pun tampak resah seakan sesuatu sedang terjadi saat ini. Dari dalam rumah, terlihat Yuza memperhatikan istrinya. Pria itu mengambil langkah untuk mendekat dan menyentuh pundak Gisel perlahan. “Heum, Mas.” “Sayang, ada apa? Sebentar lagi kita pergi ke beberapa tempat, apa kamu merasa kurang enak badan?” tanya Yuza khawatir. “Entahlah, aku merasa ada sesuatu yang akan terjadi. Mendadak, badanku lemas dan pikiranku tidak tahu menuju ke mana.” “Sayang, apa kamu lupa kata dokter? Jangan berpikir buruk pada sesuatu hal. Kamu perlu suasana yang menyegarkan agar tidak terlalu menekan diri.” “Aku tahu, Mas. Hanya saja … berikan teleponmu, aku ingin telepon mama," pinta Gisel tiba-tiba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD