Bab 139

3625 Words

Mark menatap jalanan Seoul yang ramai dari balik kaca mobil. Lampu-lampu pagi masih menyisakan cahaya hangat, tapi perasaan Mark malam itu tidak lagi semanis cahaya kota. Ia duduk di kursi penumpang, tangan menumpu di paha, menatap ke luar jendela dengan tatapan kosong. Di sampingnya, Giana sibuk dengan ponselnya, menelusuri media sosial, sesekali tertawa kecil saat menemukan sesuatu yang lucu. “Mark, aku pikir kita bisa mampir dulu ke salon ini,” ucap Giana dengan antusias, menunjuk sebuah bangunan dengan papan nama yang terang dan warna-warna pastel khas salon modern di Seoul. Mark mengerutkan alis, matanya tak lepas dari jalan. “Salon?” Giana mengangguk, matanya berbinar. “Iya! Aku mau cat rambut. Aku pengin coba warna baru. Lihat, banyak influencer Korea yang cat rambut di sini, has

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD