Bab 83

2664 Words

Mark melangkah keluar dari rumah dengan Giana di sisinya, tangan mereka bergandengan erat. Langkahnya mantap, tetapi ia menyesuaikan diri dengan kecepatan Giana yang terlihat cemas. Setiap orang yang mereka lewati, Giana menatap dengan mata waspada, seolah takut ada ancaman tersembunyi di balik senyuman atau tatapan mereka. “Giana, tenang,” kata Mark lembut, meremas tangan Giana perlahan untuk menenangkan. “Tidak ada yang bisa menyakitimu sekarang. Aku di sini. Aku selalu di sini.” Giana menelan ludah, napasnya masih cepat, tetapi perlahan merespons genggaman Mark dengan menggenggam kembali tangannya. Hatinya masih berdebar, tetapi kehadiran Mark memberikan sedikit rasa aman yang dulu tidak pernah ia rasakan. Mereka berjalan ke mobil, Mark membuka pintu untuk Giana dan menyuruhnya masuk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD