Alaric Valerius tidak lagi mendengar suara guntur yang memekakkan telinga di luar jendela, atau deru angin yang mengguncang dinding kaca apartemen The Azure. Seluruh dunianya kini menyempit, terfokus hanya pada satu titik: tubuh lemas Seraphina yang meringkuk di lantai marmer yang dingin. Kepanikan yang sempat melumpuhkan logikanya kini bertransformasi menjadi sebuah tekad protektif yang begitu kuat, namun di sela-sela itu, sebuah kesadaran baru mulai menyelinap masuk ke dalam benaknya—sebuah kesadaran yang selama ini ia kunci rapat di balik dinding etika dan perbedaan usia. Alaric menyelipkan satu lengannya di bawah tengkuk Sera yang panas, sementara lengan lainnya ia susupkan di bawah lipatan lutut gadis itu. Saat ia mengangkat tubuh Sera, Alaric tersentak secara internal. Gadis ini t

