Gerbang Kehancuran.

980 Words

​Suasana di dalam kamar utama unit 2205 telah mencapai titik di mana oksigen terasa seberat timah dan sepanas uap kawah gunung berapi. Alaric Valerius, pria yang selama empat puluh tahun hidupnya dikenal sebagai lambang otoritas, kendali diri, dan martabat kelas atas, kini telah berdiri sepenuhnya di depan gerbang kehancurannya sendiri. Tidak ada lagi jalan untuk berbalik. Jembatan yang menghubungkannya dengan dunia orang-orang terhormat telah ia bakar habis dengan api gairah yang ia sulut sendiri. Di luar jendela, badai Jakarta masih mengamuk, memberikan simfoni latar belakang berupa guntur yang menggelegar dan hujan yang menghantam kaca dengan ritme yang liar, seolah-olah alam sedang memberikan restu gelap pada pengkhianatan yang paling sempurna ini. Di bawah selimut sutra yang kini basa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD