Sisa-sisa ingatan dua belas tahun lalu itu memudar perlahan, tersapu oleh deru mesin pendingin ruangan yang konsisten di kantor pusat Valerius Group. Alaric Valerius tersentak dari lamunan singkatnya saat cahaya matahari siang yang terik memantul pada permukaan jam tangan mahalnya. Masa lalu adalah tempat yang berbahaya bagi pria seperti dia saat ini; mengingat kepolosan Sera kecil yang ia selamatkan dari kolam renang hanya menambah beban rasa bersalah yang kini menghimpit dadanya. Alaric mencoba mengalihkan pandangannya pada layar monitor yang menampilkan grafik fluktuasi saham, namun bayangan gadis kecil bergaun putih yang ketakutan itu telah bermetamorfosis menjadi sosok wanita dewasa yang licik, yang baru saja ia hancurkan di atas meja kerjanya sendiri. Keheningan ruang kerjanya yan

