Rasa Benci Pada Kebahagiaan.

1370 Words

​Hening di dalam ruang kerja Alaric Valerius bukan lagi keheningan yang menenangkan, melainkan sebuah ruang hampa yang menyedot seluruh oksigen dari paru-parunya. Setelah membubarkan rapat dewan direksi dengan amarah yang meledak-ledak, sang Titan kini terduduk lesu di kursi kebesarannya, namun matanya tetap menyala dengan api kegilaan yang mengerikan. Di atas meja jati yang luas itu, tablet digitalnya masih menyala, menampilkan titik merah yang kini diam di kediaman Dirgantara. Namun, bukan titik merah itu yang sedang menghancurkan kewarasan Alaric saat ini, melainkan serangkaian file digital baru yang baru saja dikirimkan oleh agen detektif swastanya melalui saluran terenkripsi. ​Alaric menggerakkan jemarinya yang gemetar di atas layar sentuh. Layar itu menampilkan foto beresolusi tingg

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD