The Cruel Act

1478 Words

​Malam perayaan ulang tahun perbankan swasta terbesar di Jakarta itu digelar dengan kemegahan yang mengintimidasi di Grand Ballroom Hotel Mulia. Wangi parfum mahal, denting gelas sampanye, dan percakapan para elit ekonomi makro menciptakan simfoni yang sombong di bawah lampu-lampu kristal raksasa yang menggantung seperti air mata beku. Bagi Alaric Valerius, ini adalah panggung sandiwara yang sempurna. Ia berdiri di dekat pilar besar, menyesap wiski single malt miliknya dengan ketenangan seorang algojo yang sedang menunggu waktu eksekusi. Di sampingnya, Saskia tampak begitu mempesona dalam gaun sutra hitam dengan potongan punggung terbuka, tangannya dengan luwes melingkar di lengan Alaric seolah-olah tempat itu memang miliknya sejak awal waktu. Alaric membiarkannya. Ia bahkan memiringkan ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD