Bab 41: Titik Pelepasan Yang Tak Terbendung

1177 Words

Ardi dan Amelia sama-sama merasakan kenikmatan yang meluap hingga ke batas kesadaran manusia, namun dengan makna yang bertolak belakang secara diametral di dalam palung jiwa mereka. Bagi Ardi, setiap denyutan dan erangan yang keluar adalah sebuah perayaan kemenangan yang agung. Ini adalah pengukuhan atas d******i absolutnya, sebuah penaklukan teritorial terhadap wanita yang selama berkali-kali ia setubuhi dengan nafsu seorang predator. Namun bagi Amelia, kenikmatan ini adalah racun yang paling mematikan. ia merasakan kehinaan terdalam karena tubuhnya, biologi purba yang tak bisa ia kontrol justru memberikan respons hangat. Otot-otot vaginanya menjepit erat, seolah-olah berkhianat pada jiwanya yang sedang menjeritkan ketakutan dan rasa malu yang membakar habis sisa-sisa martabatnya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD