Bab 52: Klimaks di Atas Bangkai Kehormatan

1335 Words

Puncak ketegangan di dalam kamar itu akhirnya mencapai titik nadirnya, sebuah kulminasi tragis dari gairah yang dipaksakan dan penderitaan yang disembunyikan rapat-rapat di balik katup jantung Amelia. Udara di dalam ruangan terasa statis, seolah tersedot habis oleh gravitasi emosi yang begitu berat, menyisakan ruang hampa yang hanya diisi oleh suara tabrakan kulit yang ritmis dan deru desahan napas yang saling memburu dalam tempo yang semakin liar dan tak terkendali. Seluruh saraf di tubuh Bima menegang hebat, mengirimkan sinyal elektrik yang meledak-ledak dari pangkal tulang belakang hingga menjalar ke setiap jengkal kejantanannya yang sedang merajai keadaan dengan ego yang meluap. Tubuhnya yang biasanya ringkih, pucat, dan layu kini bergetar dahsyat, Seolah-olah seluruh sisa cadangan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD