Bab 29: Perjalanan Pahit Menemui Sahabat

1123 Words

Amelia keluar dari kantor dengan langkah yang terasa begitu berat, seolah-olah kakinya terbuat dari timah. Matahari di luar terasa terlalu silau, dan udara kota yang biasanya ramai kini terasa sunyi dan menakutkan, seperti sebuah panggung kosong yang hanya menunggunya untuk jatuh. Ancaman Ardi terngiang-ngiang di kepalanya, memutar seperti kaset rusak yang terus-menerus mengulang nada yang sama. Ia harus menemui Vina, dan ia harus melakukan apa yang diperintahkan Ardi. Ia tidak punya pilihan. Vina adalah satu-satunya orang yang ia miliki di kota ini, selain Bima. Ia tidak bisa membiarkan Ardi menyakitinya. Ia harus melakukan apa pun untuk melindungi Vina, meskipun itu berarti mengorbankan dirinya sendiri, menjerumuskan dirinya ke dalam jurang yang gelap. Amelia berjalan menuju kafe tem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD