Bab 59: Salah Ucap Berujung Maut

1208 Words

Mobil mewah berwarna hitam legam itu melaju membelah kegelapan jalanan yang mulai sepi. Di kanan dan kiri, pepohonan tropis yang rimbun tampak seperti bayangan raksasa yang mengawasi dalam diam, seolah menjadi saksi bisu atas drama kemanusiaan yang sedang berlangsung di dalamnya. Di dalam kabin mobil itu, ketegangan antara Ardi dan Amelia terasa seperti benang baja yang ditarik hingga titik tertinggi, nyaris putus dan siap melukai siapa saja. Tiba-tiba, deru mesin yang halus itu merendah secara drastis. Ardi memutar kemudi dengan gerakan kasar dan tiba-tiba, memarkirkan mobil di bahu jalan yang gelap gulita, jauh dari jangkauan lampu merkuri atau pemukiman penduduk. Suasana seketika menjadi mencekam; hanya terdengar detak jantung Amelia yang berpacu liar melawan kesunyian malam. Tanp

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD