Bab 15: Birahi Yang Menyiksa

1215 Words

Dua hari setelah pertemuan memuakkan di parkiran basement, Amelia mendapati dirinya duduk di kubikel, mencoba memusatkan perhatian pada laporan keuangan yang menumpuk. Namun, pikirannya terus melayang ke wajah Bima yang masih membutuhkan perawatan, dan perutnya bergejolak setiap kali teringat sentuhan Ardi. Ia merasa mual, bukan hanya karena jijik, tetapi juga karena kelelahan yang luar biasa. Malam-malam yang dihabiskan dalam kengerian kini mulai memakan tol fisik pada tubuhnya. Ponsel di mejanya bergetar. Sebuah pesan masuk, lagi-lagi dari nomor Ardi, kali ini tanpa teks, hanya sebuah pin location yang mengarah ke sebuah klub malam mewah di kawasan kota lama Semarang, yang sebagian besar areanya telah direnovasi menjadi ruang privat. Di bawahnya, waktu: pukul sembilan malam. Amelia mera

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD