Ruangan kamar hotel itu terasa semakin sesak dan pengap, seolah-olah dinding-dinding ikut menyerap setiap napas tertahan. setiap jerit yang tak sempat keluar dari tenggorokan, dan setiap luka tak kasatmata yang kini menggerogoti jiwa Amelia. Udara malam yang seharusnya sejuk justru terasa berat, bercampur aroma tajam keringat, cairan tubuh yang lengket dan masih hangat, serta bau persetubuhan mereka yang perlahan menyelimuti segalanya seperti kabut racun. Lampu kecil di langit-langit kamar masih berayun pelan karena hembusan ventilasi AC, melemparkan bayang-bayang panjang dan goyah di dinding serta langit-langit. Bayangan itu seolah menari-nari seperti hantu-hantu bisu yang menyaksikan kehancuran seorang istri setia. Di atas ranjang king-size yang kini tampak seperti medan perang, sep

