Bab 104 Radit Marah Pada Ibunya

1153 Words

Radit tidak pernah membayangkan bahwa semuanya akan berakhir seperti ini. Setelah melewati malam yang penuh keintiman dan perasaan yang meletup-letup, kini dia dan Elina telah kembali rapi, duduk berdampingan dalam keheningan kamar hotel yang masih menguar aroma sabun dan parfum lembut milik Elina. Suara ponselnya bergetar di atas meja. Nama Rian terpampang di layar. Radit mengangkat telepon dengan cepat, mendengarkan setiap kata dari sahabatnya, lalu tersenyum penuh kemenangan. Elina, yang tengah menyisir rambut panjangnya di depan cermin, melirik ke arahnya dengan alis terangkat. "Apa yang bikin kamu senyum-senyum sendiri begitu?" tanyanya, penasaran. Radit menoleh, menatap Elina dengan tatapan penuh arti. “Rian baru saja menelepon. Ternyata jebakan yang dia pasang untuk Gita kemarin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD