Bab 122 Peluang Ke Rumah

1056 Words

Rumah milik Radit yang berada di kawasan asri dan tenang itu akhirnya kembali terasa hidup. Suara mobil memasuki pelataran, pintu pagar otomatis terbuka pelan, menandai kembalinya sepasang suami istri yang seharusnya masih dalam suasana bulan madu. Radit turun lebih dulu dari mobil, lalu berjalan ke sisi penumpang dan membukakan pintu untuk Elina. Wajah Elina terlihat lelah, tapi sorot matanya menyimpan rasa lega. Dia menatap rumah itu seakan-akan sedang menatap pelindungnya. "Akhirnya sampai juga," ucap Elina pelan, lebih pada dirinya sendiri. Radit mengangguk, menggenggam tangan istrinya. "Rumah ini lebih terasa aman dibanding tempat manapun sekarang." Begitu mereka masuk ke dalam rumah, suara langkah kaki terburu-buru terdengar dari arah dapur. "Astaghfirullah!" seru Bi Yati, pemba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD