Radit merasa senang setelah makan siang bersama dengan keluarga Elina. Ia merasa lega karena ternyata ia telah mendapatkan restu dari kedua orangtua Elina. Padahal sebelumnya ia mengira ayah Elina akan marah atau bersikap rumit, tetapi ternyata semuanya berjalan jauh lebih baik dari yang ia bayangkan. Radit benar-benar merasa diterima, dan itu membuatnya bahagia. "Jangan kapok ya untuk datang lagi ke sini," kata ibu Elina dengan senyum hangat. "Iya, Bu. Terima kasih banyak," jawab Radit sambil menjabat tangan ibu dan ayah Elina sebelum akhirnya menuju mobil. Sementara itu, Elina berdiri di depan pintu rumah, memeluk ibunya dan ayahnya erat-erat. Rasa haru dan kerinduan menyelimuti hatinya, menyadari bahwa pertemuan ini mungkin akan menjadi awal dari jarak baru. "Kalau begitu, aku perg

