Bab 114 Acara Pernikahan

859 Words

Hari yang ditunggu, yaitu pernikahan Vian dan Elina Langit pagi itu cerah, tapi hati Elina terasa berkabut. Di depan cermin rias besar berbingkai emas, dia menatap bayangan dirinya dalam balutan gaun putih yang menjuntai anggun. Senyumnya samar, matanya menyimpan lebih dari sekadar harapan ada ragu, ada beban. "Aku akan menampilkan yang terbaik." Hari ini adalah hari pernikahannya. Tapi bukan pernikahan biasa, ini adalah awal dari rencana besar yang telah dia susun diam-diam. Elina sudah mempersiapkan ini dari awal bersama dengan Radit. Apalagi demi membuka topeng dari Vian yang sangat licik. Seseorang membuka pintu ruang rias, langkahnya tenang. "Kamu sangat cantik, Elina," ucap Kina, sahabatnya, yang melangkah masuk sambil membawa buket bunga mawar putih. Ada binar khawatir yang be

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD