Bab 109 Radit Merasa Kesal

1326 Words

Radit membanting pintu kamarnya begitu keras hingga suaranya menggema ke seluruh rumah. Rasa kecewa, marah, dan tak percaya membuncah dalam dirinya. Semua rencana, semua mimpi tentang pernikahan yang sudah ia susun rapi bersama Elina, mendadak runtuh tanpa peringatan. Elina membatalkan semuanya. Secara sepihak. Tanpa penjelasan. "Sialan, apa yang sebenernya terjadi?" umpat Radit, matanya menatap kosong ke arah dokumen pernikahan yang masih terbuka di meja kerjanya. Foto prewedding mereka tergantung manis di dinding—sekarang justru terasa seperti penghinaan. Tak lama kemudian, suara ketukan di pintu depan memecah keheningan. Dina, ibunya, masuk dengan langkah tergesa. Wajahnya terlihat cemas namun mencoba tetap tenang. "Radit," panggilnya pelan. Radit menoleh tajam. Matanya memerah, b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD