Bab 95 Menyatukan Bela Dan Dani

1103 Words

Dani terpaku saat melihat Bela berdiri tak jauh darinya. Hatinya seperti ditarik kembali ke masa lalu yang penuh luka dan penyesalan. Tanpa berpikir panjang, dia melangkah mendekat dan langsung memeluk wanita itu erat, seolah tak ingin kehilangannya lagi. "Bela… maafkan aku," bisiknya lirih, nyaris putus asa. Bela diam. Dadanya sesak. Kata-kata menggantung di tenggorokannya, tak sanggup ia keluarkan. Pelukan Dani terasa hangat, tapi juga menakutkan—karena ia tahu, hatinya belum sembuh sepenuhnya. "Jangan pergi lagi..." ucap Dani pelan, melepaskan pelukan itu untuk menatap wajah Bela. "Aku nggak akan sanggup kalau kehilangan kamu untuk kedua kalinya." Kina dan Rian yang berdiri tak jauh hanya bisa saling pandang, lalu melirik ke arah keduanya. Ada haru dalam keheningan itu, namun mereka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD