Bab 84 Menangkap Penjahat

1394 Words

"Sialan," umpat Maya. Maya akhirnya tiba di tempat itu—sebuah gudang tua di pinggiran kota, sunyi dan gelap, hanya diterangi cahaya remang dari lampu gantung yang menggantung lemas di tengah ruangan. Bau debu dan karat menusuk hidungnya, tapi dia tetap melangkah pasti. Tempat ini bukan asing baginya. Di sinilah semuanya bermula... dan di sinilah semuanya harus berakhir. Di sudut ruangan, Bu Winda duduk bersandar pada tiang tua, tangannya terikat, rambutnya kusut, dan wajahnya pucat. Tapi matanya berbinar saat melihat Maya muncul dari balik bayangan. "Akhirnya kamu datang juga... tolong, selamatkan aku," ucapnya dengan suara lemah namun penuh harap. Maya mendekat perlahan. Bukan dengan tergesa-gesa seperti seorang penyelamat, tapi dengan langkah pelan penuh perhitungan. Senyum samar te

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD