Bab 38 Radit Cemburu

856 Words

Radit berdiri di sudut ruangan, matanya terpaku pada Elina dan Dani yang tertawa bersama di pantry. Suara mereka menggema di telinganya, seakan seluruh dunia memudar hanya menyisakan tawa ringan itu. Elina, dengan senyum manisnya, tampak begitu nyaman berada di dekat Dani, membuat d**a Radit terasa sesak. "Bukannya bagus yah Dani." "Iya tentu saja, Elina." Radit diam-diam mengepalkan tangannya. "sejak kapan mereka malah dekat lagi?" Radit mengerutkan kening. Api cemburu mulai membakar di dalam dadanya. Setiap tawa Elina adalah seperti tamparan—tajam dan tak bisa dihindari. Dia berusaha mengabaikannya, tapi rasa itu terus tumbuh liar. Radit menarik napas dalam, mencoba menenangkan dirinya. Tapi akhirnya dia melangkah cepat dan menarik tangan Elina dengan sedikit kasar. "Ngapain kamu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD