Kenhart mengempaskan diri di kasur yang empuk, dimana ada kenangan bersama Tiffany disitu. Lelaki itu tersenyum geli saat teringat. Terbayang jika gadis itu menjadi miliknya. Dia akan merayu semalaman. Jika perlu, tidak akan keluar kamar untuk beberapa hari. Entah bagaimana rasanya jika benar-benar bisa mencicipinya. Mungkin dia akan mati dalam lautan asmara. Dia menarik napas panjang, lalu memejamkan mata. Tiba-tiba saja perutnya berbunyi. Kenapa harus merasa kelaparan di tengah malam. Apa dia harus memesan delivery untuk mengganjal lambung supaya tidak terasa perih? Di dalam lemari hanya ada makanan ringan juga beberpa beer kalengan dan soda. Juga beberapa jenis minuman lain yang sangat disukai adik bungsunya. Apakah dia perlu ke rumah inti dan memeriksa isi dapurnya? Pasti ada banyak

