“Dek— mau makan buah?” Kalila menganggukkan kepala sambil meringis. Menahan nyeri akibat kontraksi yang kembali datang menyapa. “Sebentar lagi Papa dan Elard pulang. Pesawatnya delay— terpaksa keduanya pulang lewat jalur darat.” “Delay lama ya, Ma?” “Kata Papa jadwal penerbangannya diubah menjadi jam 10 malam.” “Kalau jam segitu naik mobil sudah sampai Jakarta.” “Makanya mereka memutuskan naik mobil. Terakhir Papa kasih kabar sudah masuk Jakarta. Kemungkinan sampai setengah jam lagi.” “Emmm— nikmatnya, Ma.” ujar Kalila dengan mencengkram pinggiran sofa. Bu Indira membelai perut bagian bawah putrinya. Sejak tadi kedua cucunya sangat aktif menendang perut Ibunya. Seolah sedang berebut ingin keluar. “Sepertinya kali ini bukan kontraksi palsu, Dek— Mama telepon Dokter buat periksa

