Bab 75 | Kebenaran yang Menyakitkan

1932 Words

“Assalamualaikum, Nduk … Ya Allah …” Bisik Abi Hamzah saat tiba di ruang rawat Hasna dan melihat putrinya itu begitu pucat namun tetap tersenyum kepadanya. Hasna langsung meraih tangan Abinya begitu Abinya tiba di sampingnya dan meneteskan air mata di sana. “Abi … Hasna minta maaf ….” Bisik Hasna membuat hati Abi Hamzah semakin hancur, rasanya begitu menyakitkan mengetahui putrinya tengah menghadapi ujian yang begitu berat. Abi Hamzah mengusap lembut puncak kepala Hasna dan menggeleng, bibirnya tersenyum namun air matanya menetes. “Kamu tidak salah, sayang. Abi tau alasan kamu menyimpannya sendiri. Tidak apa-apa, Abi tidak marah atau pun kecewa. Semoga ujian ini menjadi penggugur dosa-dosamu ya, Nduk dan mengangkat derajatmu di sisi Allah. Kita fokuskan ikhtiar untuk kesembuhanmu ya,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD