Tatapan Fayez begitu lembut pada Hasna yang masih sibuk mengajar anak-anak membaca Al-Quran. Tiga tahun rasanya berlalu begitu cepat, secepat anak-anak yang kurang beruntung itu tumbuh dan menjadi anak yang lebih baik. Fayez ingat perjuangannya bersama Hasna, datang ke jalan, melihat mereka mencari nafkah setiap hari, hidup tanpa tujuan dan tidak mengenal Allah dengan baik. Rasanya sudah ribuan kali Fayez mengatakan beruntung memiliki Hasna. Wanita itu sangat lembut dan keibuan, mengajak anak-anak itu untuk berubah, melakukan pendekatan dengan perhatian dan kasih sayang, hingga mereka jatuh cinta pada Hasna dan menurut pada wanita itu karena rasa sayang mereka kepada Hasna. Mereka yang bahkan awalnya tidak bisa baca tulis, kini telah pandai baca tulis dan berhitung, beberapa dari merek

