“Assalamualaikum.” Zahra mengetuk pintu rumah Hasna dengan pelan, takut jika kedatangannya mengganggu, namun entah kenapa dia ingin melihat Hasna. “Waalaikumsalam…” Hasna sendiri yang membuka pintunya. “Zahra … Ayo masuk.” Hasna tersenyum lebar, mempersilahkan Zahra untuk masuk, Zahra menyalami Hasna dan memeluknya erat. “Aku mengganggu tidak, Mba? Maaf ya baru bisa mengunjungi Mba dan menjenguk putri Mba.” Bisik Zahra menyerahkan paper bag berisi hadiah yang sudah dia beli kemarin bersama suaminya. Hasna baru saja melahirkan satu bulan yang lalu dan Zahra baru sempat datang. Tadi Fatih sudah menawarinya untuk datang bersama, namun Zahra menolaknya dengan alasan dia ingin banyak mengobrol dan sharing dengan Hasna, sehingga suaminya itu hanya menurutinya saja. “Tentu saja tidak. Ak

